Pengakuan dan penyesalanku

Demi dirimu yang menyertaiku, maaf mungkin tak cukup untuk menggambarkan seberapa besar penyesalanku.. Untukmu yang senantiasa menemaniku, tak lelah, tak  jemu tak pernah terlewat sedetikpun pandangmu dalam keseharianku…

Dikala pandangan  mataku menggelap, sinarmu tertutup awan kelabu, hingga bahkan hatiku tak menemukan setitikpun  cahaya menujumu…namun kau tetap disana, menatapku, menungguku, tak jemu menyayangiku

Sungguh bukan engkau, sungguh bukan dia yang selalu menyesatkanku, tapi aku yang tak berhenti menyakiti diriku..apa yang kugapai dengan tanganku dulu, kubangga dengan segenap ego dan harga diriku, tak ubahnya sekedar pencapaian semu..

Kau tak jenuh datang meski sapaanmu kubalas dengan keluh , kau tak jemu  memanggil meski suaramu tak jua ku renung dalam kalbuku…

Dulu aku tak sepenuhnya setuju, namun kini aku terhempas dan terjatuh dalam asaku, bahwa aku tanpamu bagaikan semesta dengan sebutir pasir, sel bahkan atom yang tak terlihat

Aku tanpamu,  tak ada

Jalanku tanpamu , tersesat

Langkahku tanpamu, tertatih

Harapku tanpamu, kepalsuan

Senangku tanpamu, semu

Sedihku tanpamu, kehancuran.

Pengakuan dan penyesalanku, serta ucap terimakasihku atas indahnya kesempatan kedua, ketiga, keempat bahkan kelima yang sellau kau tawarkan, seperti oase ditengah teriknya matahari di padang pasir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s